Kenapa 1 Babak 45 Menit??
Permainan sepak bola memang banyak sekali digemari oleh masyarakat kita di berbagai wilayah seluruh negeri ini, akan tetapi kemungkinan masih banyak pula yang belum mengetahui tentang asal mula waktu yang digunakan dalam satu kali babak permainan, yaitu 45 menit.
Kenapa kok satu babak permainan sepak bola itu harus 45 menit?
Kenapa tidak digenapkan saja menjadi 60 menit / 1 jam?
Seorang pemain senior ataupun pelatih sepak bola tidak ada yang bisa memberikan penjelasan mengenai 45 menit ini. Seorang pemerhati sepak bola yang bernama Hendry kemudian memberikan penjelasan singkat mengenai hal itu.
“Begini, dalam permainan sepak bola ada 2 klub, masing-masing memiliki pemain 11 sehingga semua pemain berjumlah 22 pemain. Dari total 22 pemain, setiap pemainnya memiliki 2 bola sehingga total menjadi 44. Dan di tengah lapangan sepak bola ada 1 bola sehingga totalnya menjadi 45. 1 bola mewakili 1 menit sehingga ketemu 45 menit…”Transfer Yang Unik
(ian Wright)
Cristiano Ronaldo masih memegang rekor sebagai pemain termahal ketika Real Madrid membelinya dari Manchester United dengan harga fantastis: 80 juta pound atau setara US$132 juta! Selain itu, Ronaldo juga menjadi pemain bola yang memiliki gaji tertinggi dengan bayaran hampir 11 juta pound per tahun!
Namun jika dirunut ke belakang, dalam dunia sepak bola, ternyata transfer pemain tak selamanya dinilai dengan uang. Berikut sepuluh nilai transfer yang bisa dibilang cukup unik dan ‘aneh’:
10. TONY CASCARINO Dari: Crokenhill ke Gillingham, 1982 Transfer: Satu set perangkat latihan Rumor yang beredar tentang masa depan pemain timnas Republik Irlandia ini selalu menyebut bahwa ia dibayar dengan harga satu potong besi seng, namun Cascarino sendiri mengklaim jika Gillingham membayar dengan ‘beberapa peralatan latihan, baju olah raga dan barang-barang semacam itu’.
9. GARY PALLISTER Dari: Billingham Town ke Middlesbrough, 1984 Transfer: Satu set baju olah raga, satu tas bola dan jala gawang Pallister boleh saja mengukir prestasi bersama Manchester United, namun langkah pertamanya memasuki dunia sepak bola tak terlalu glamor ketika ia hijrah dari Billingham menuju tim lokal yang lebih ‘besar’: Middlesbrough di usia 19 tahun. Nilai yang diberikan The Boro sepertinya hanyalah apa yang terserak di sekitar tenda kamp latihan saat itu. United kemudian membelinya dengan nilai transfer yang menjadi rekor untuk seorang bek kala itu, yakni sebesar 2,3 juta pound di tahun 1989.
8. KENNETH KRISTENSEN Dari: Vindbjart ke Floey, 2002 Transfer: Udang segar senilai berat badannya Penyerang yang satu ini membuat sebuah gebrakan di divisi tiga Liga Norwegia dengan mencetak banyak gol hampir di setiap laga – hal yang menarik minat dari Floey. Yang terlihat aneh mungkin adalah bandrolnya yakni udang segar sebanyak berat badan Kristensen. Jumlah itu diukur dengan timbangan ala pertandingan tinju.
7. ZAT KNIGHT Dari: Rushall Olympic ke Fulham, 1999 Transfer: 30 potong pakaian olah raga Pemain belakang yang mengemas 2 caps untuk timnas Inggris ini hengkang dari klub non-liga ke Fulham, secara teknis dengan status bebas transfer. Chairman Fulham, Mohamed Al-Fayed tak punya kewajiban untuk memberi apapun pada Rushall, namun sebagai wujud itikad baik ia mengirimkan 30 potong baju olah raga.
6. ERNIE BLENKINSOP Dari: Cudworth ke Hull City, 1921 Transfer: 100 pound plus satu tong bir Blenkinsop adalah seorang bek kiri yang memiliki caps lumayan untuk timnas Inggris yakni sebanyak 26 kali, bahkan menyandang ban kapten di beberapa laga. Namun awal kepindahannya dari klub kampung halaman ke Hull cukup sederhana: dengan sejumlah uang dan satu tong bir untuk menyenangkan mantan rekan satu timnya.
5. IAN WRIGHT Dari: Greenwich Borough ke Crystal Palace, 1985 Transfer: Satu set anak timbangan Ian Wright, yang di kemudian hari menjadi penggawa Inggris serta salah satu pemegang rekor gol terbanyak di Arsenal, sepertinya ditakdirkan untuk menjadi seorang tukang plester. Namun jalan hidupnya berubah ketika manajer Palace, Steve Coppell menyaksikan penampilannya bersama Greenwich Borough. Janjinya hijrah ke Palace ditukar dengan satu set anak timbangan, dan enam tahun kemudian ia menuju Arsenal berkat torehan 117 golnya.
4. JOHN BARNES Dari: Sudbury Court ke Watford, 1981 Transfer: Satu set baju olah raga Pemain yang kelak menjadi winger andalan Inggris serta legenda Liverpool ini masih berusia 17 tahun kala membela Sudbury Court, dan manajer Graham Taylor memberinya kesempatan seleksi di tim cadangan Watford. Terkesan dengan performa Barnes, satu set baju olah raga pun dikirim Watford ke Sudbury. Lima tahun kemudian, Liverpool ganti mengirim 900.000 pound ke Watford untuk memboyongnya.
3. MARIUS CIOARA Dari: UT Arad ke Regal Hornia, 2006 Transfer: 15 kilogram sosis babi Bek Rumania ini ditukarkan dengan 15 kilogram sosis babi, namun ia memutuskan pensiun satu hari sesudahnya dan klub barunya, Regal Hornia pun meminta sosis mereka kembali. Setelah hari itu, Cioara meninggalkan sepak bola dan memilih bekerja di pertanian Spanyol dan mengatakan bahwa momen tersebut adalah ‘sebuah penghinaan besar’. Tak cukup sampai di situ, mantan klubnya meminta kembali bayaran yang sudah mereka keluarkan – senilai satu hari makan malam untuk tim.
2. ION RADU Dari: Jiul Petrosani ke Valcea, 1998 Transfer: 2 ton daging Jiul Petrosani memutuskan untuk menjual gelandangnya ini demi dua ton daging sapi dan babi. Presiden klub menyatakan: “Kami akan menjual daging ini, kemudian membayar semua gaji pemain lainnya.”
1. LIVIU BAICEA Dari: Jiul Petrosani ke UT Arad, 1999 Transfer: 10 buah bola sepak Jiul Petrosani dan klub Rumania lainnya, UT Arad tampaknya memiliki kebiasaan untuk melakukan kesepakatan unik. Setelah menjual Radu untuk dua ton daging – Jiul juga menjual bek Liviu Baicea dengan harga sepuluh buah bola sepak.
Julukan Pebola Yang Unik


Julukan atau nama panggilan sudah lazim diberikan buat para pebola saat ini. Julukan terkadang berbentuk pujian bagi seseorang, namun tak jarang itu juga berupa sindiran bahkan ejekan.
Nama panggilan bisa diberikan sesama oleh rekannya di tim, fans bahkan media atas kiprah, tingkah laku, kondisi bahkan karena kiasan. Terlepas dari alasan julukan itu diberikan, 'tradisi' ini tetap menarik disimak.
Dan hampir setiap pelaku sepakbola mempunyai julukan. Hal itu juga yang membuat mereka mudah dikenal dan mudah diingat tentunya. Nah, kali ini Goal telah merangkai julukan-julukan unik yang kini disandang 10 pebola:
10. Arjen Robben – Manusia Kaca
Julukan atau nama panggilan ini diberikan karena winger Real Madrid ini memang rentan cedera. Meski mempunyai talenta dan skil yang tak diragukan, karir Robben tak berjalan lancar karena sering dihantam cedera. Rentan cedera ini telah dialami Robben sejak memperkuat PSV Eindhoven, Chelsea dan klubnya sekarang Madrid.
9. Nicolas Anelka – Pemurung Mengagumkan
Nicolas Anelka memang garang untuk urusan mencetak gol. Karir panjangnya menjadi bukti jika Anelka memang pantas disematkan sebagai salah satu striker berbahaya saat ini. Arsenal, Real Madrid dan Chelsea menjadi tiga klub yang pernah merasakan ketajamannya. Namun Anelka juga dikenal sangat sulit untuk tersenyum. Bahkan, Anda tentu tak butuh jari banyak untuk menghitung senyum seorang Anelka.
8. Davie Dodds – Manusia Gajah
Dodds adalah striker Dundee United saat menjadi jawara di Liga Skotlandia pada 1983. Satu tahun setelahnya, Dundee bermain di semifinal Piala Eropa. Meski mengalami kekalahan dengan agregat 3-2 dari AS Roma, namun permainan ngotot Dodds membuat pendukung Dundee puas dan menyematkan julukan Manusia Gajah karena tenaganya yang tak habis-habis.
7. Peter Beardsley – Quasimodo
Karir terbaik Beardsley terjadi saat membela Newcastle United, Liverpool, Everton, dan tentu saja timnas Inggris. Total Beardsley telah membela The Three Lions sebanyak 59 laga. Namun sosok Beardsley yang sering menata rambut membuatnya sering disamakan dengan tokoh fiksi Quasimodo yang ada di film dan novel Notre Dame de Paris.
6. Pele – Pembawa Sial
Sebelumnya legenda Brasil ini mendapat julukan raja sepakbola. Pele dianggap menjadi dewa sepakbola bersama Diegao Maradona. Namun seiring dengan banyaknya prediksi Pele yang salah, maka ia mendapat julukan The Jinx atau Si Sial. Bahkan beberapa waktu lalu juga dipublikasikan 10 prediksi salah Pele.
5. Naohiro Takahara – Striker Sushi
Takara menjadi salah satu pebola Asia yang sukses di Bundesliga. Ketajaman Takahara juga dibuktikan dengan 23 gol dalam 57 laganya bersama timnas Jepang. Namun daerah asalnya itu pula yang membuat Takahara mendapat julukan The Sushi Bomber atau Striker Sushi.
4. Antonio Cassano – Peter Pan
Cassano adalah striker yang mengundang perhatian dunia karena skilnya yang mumpuni. Sayangnya, Cassano juga dikenal sangat temperamen, pemarah dan suka berbuat seenaknya. Hal itu yang membuat dia mendapat julukan Peter Pan, tokoh fiksi yang selalu bertingkah layaknya bocah dan susah diatur. Seorang pemuda yang tak pernah berkembang menjadi lebih dewasa.
3. Yasar Duran – Si Ember
Yasar Duran mungkin menjadi kiper yang paling merasaka malu selama membela timnas Turki. Delapan gol yang dibukukan Inggris ke gawang Yasar Duran pada November 1984 di Istambul itu lah yang membuat ia mendapat julukan Ember.
2. Tony Adams – Si Keledai
Adams menjadi salah satu legenda di Arsenal, klub yang dibelanya selama 19 tahun. Sayang gol bunuh dirinya saat melawan Inggris plus beberapa gaya tak elegannya membuat Adams mendapat julukan Keledai dari publik Inggris.
1. Adriano Galliani – Uncle Fester
Dialah guru transfer No 1 di AC Milan. Bahkan ucapan Galliani jauh lebih sering didengar dibanding supremo Silvio Berlusconi. Ia dianggap mempunyai banyak karakter. Di Italia ia dikenal sebagai Paman Fester, tokoh drama komedi 'Addams Family' yang mempunyai kekuatan luar biasa pada listrik. Kemampuan jenius Galliani di Milan plus kemiripan dengan tokoh berkepala plontos itulah yang membuat Galliani mendapat julukan Uncle Fester atau Paman Fester.
Membela Lebih 1 Negara
Sebenarnya, ada beberapa pemain yang pernah membela dua tim nasional atau lebih. Namun yang paling menonjol adalah tiga legenda La Liga, yakni Ferenc Puskas, Alfredo Di Stefano dan Ladislao Kubala.
Puskas, kelahiran Budapest, Hongaria, 2 April 1927, membela Real Madrid dari tahun 1958 hingga tahun 1966. Puskas tampil sebanyak 180 kali dan menyarangkan 156 gol bagi Los Blancos.
Sebelum hijrah ke Santiago Bernabeu, Puskas sudah memperkuat timnas Hungaria. Di kesebelasan Magical Magyars, Puskas mencatat 85 caps dengan torehan 84 gol alias nyaris satu gol tiap satu pertandingan.
Puskas kemudian memperoleh kewarganegaraan Spanyol pada tahun 1962. Puskas kemudian memperkuat timnas 'Matador'. Di sana, Puskas hanya bermain empat kali, tiga di antaranya dilakukan di Piala Dunia 1962. Gol yang dicetaknya: nihil.
Yang kedua adalah Kubala. Sama dengan Puskas, Kubala adalah warga negara Hungaria. Tahun 1946, Kubala bermain bagi Slovan Bratislava di Cekoslovakia. Kubala pun memperkuat timnas Cekoslovakia sebanyak enam kali dengan empat gol ditorehkannya.
Kubala kemudian kembali ke Hungaria dan bermain bagi Vasas SC. Baju timnasnya pun ikut berganti. Kubala lantas bermain bagi Hungaria dan di sana hanya mencatat tiga caps.
Ditransfer oleh Barcelona pada tahun 1951, Kubala kemudian dipanggil oleh timnas Spanyol pada tahun 1953. Tampil 19 kali, Kubala menggoreskan 11 gol bagi El Matador. Ia masuk timnas Spanyol ke Piala Dunia 1962, tapi tak sekalipun tampil.
Pemain terakhir adalah Alfredo Di Stefano. Penyerang ini berasal dari Argentina. Bermain di River Plate dan Huracan, Di Stefano enam kali memperkuat Argentina dan mencatat enam gol.
Di Stefano kemudian bergabung dengan klub Kolombia, Millionarios. Ia pun kemudian masuk timnas Kolombia. Empat kali tampil dan tanpa gol adalah catatannya di Kolombia.
Kemudian, Di Stefano direkrut Madrid pada tahun 1953. Bisa ditebak, sang pemain pun bergabung dengan timnas Spanyol sejak 1957. Total, Di Stefano tampil 31 kali dan menceploskan 23 gol di sana.
Foto: Alfredo Di Stefano dengan piala-piala yang dimenangi Real Madrid (istimewa)
Categories
- Dalam Negri (6)
- Sejarah (10)
- Sepanjang Masa (4)
- Tahukah Anda (19)
- Unik (16)