Pemain Belakang Paling Produktif

No Comments





Daftar Pemain Belakang / Bek Paling Produktif di Dunia


Jika Stiker atau Penyerang sih sudah biasa sebagai paling subur dalam mencetak gol, kali ini Bola Kita akan mengulas tentang pemain belakang yang paling produktif dalam mencetak gol.

Kebetulan atau bukan dari daftar pemain belakang yang ditulis dibawah ini hampir rata-rata juga menyandang ban kapten baik itu di clubnya atau di Tim nasional. Gol yang di cetak oleh pemain belakangan ini rata-rata juga dari bola mati (Corner Kick, Free Kick).

Berikut 15 daftar Pemain Belakang /Bek Paling Produktif

01. Ronald Koeman (Nederland), Match 533 (1980 – 1997) Gol : 193
02. Daniel Alberto Passarella (Argentina), Match - 451 (1974 – 1989) Gol : 134
03. Fernando Hierro (Spanyol), Match - 541 (1987 – 2005) Gol : 110
04. Egardo Bauza (Argentina), Match - 499 (1977 – 1992) Gol : 108
05. Paul Breitner (Deutschland), Match - 369 (1970 – 1983) Gol : 103
06. Laurent Blanc (France), Match - 500 (1987 – 2003) Gol : 95
07. José Rafael Albrecht (Argentina), Match - 506 (1960 – 1977) Gol : 95
08. Gary Lloyd (Wales), Match - 515 (1992 – 2009) Gol : 90
09. Frank Sauzée (France), Match - 483 (1983 – 2002) Gol : 89
10. Juan Domingo Antonio Rocchia (Argentina), Match - 396 (1970 – 1983) Gol : 86
11. Derk Schneider (Nederland), Match - 451 (1965 – 1983) Gol : 80
12. Bernard Dietz (Deutschland), Match - 495 (1970 – 1987) Gol : 77
13. Adriaan Mansveld (Nederland), Match - 505 (1964 – 1982) Gol : 77
14. Manfred Kaltz (Deutschland), Match - 594 (1971 – 1990) Gol : 77
15. Enzo Héctor Trossero (Argentina), Match - 518 (1972 – 1987) Gol : 76

Ronald Koeman sebagai mana kita tahu dengan tendangan geledeknya, sewaktu masih membela Barcelona atau Tim Nas. Belanda keahliannya dalam mengambil free kick sangat ditakuti oleh kiper manapun, F. Hierro dan Laurent Blanc sama sama kapten yang kharismatik, dengan kemampuan bola udara yang sangat bagus.

Raja Freekick

No Comments

Best Freekick - Dunia persepakbolaan mencatat banyak ahli-ahli penendang bebas yang handal dan bisa mengkonversi sebuah peluang dari situasi bola mati untuk menjadi sebuah gol.

david beckhamBanyak dari fans yang masih ingat tendangan spektakuler Roberto Carlos ke gawang Fabian Barthez pada tournoi de france di tahun 1997. Atau tendangan parabola Ronaldinho yang mengecoh David Seaman pada Piala Dunia 2002 yang membuat negaranya lolos ke semifinal?

Dan setiap pesebakbola memiliki cara-cara atau trik tersendiri dalam mengambil tendangan sehingga bola bisa berputar secara parabola maupun melengkung (curving) dan bersarang di pojok atas kiri atau kanan gawang, posisi yang sangat sulit dijangkau oleh kiper.

Sebuah web online yaitu dailymail mencoba membuat dan merangkum 10 pesebakbola yang memiliki keahlian dalam mengeksekusi tendangan bebas, dan hasilnya adalah sebagai berikut: (R.Hanggaraditya | Foto dari Mirror.co.uk)

1. David Beckham (Inggris)
2. Juninho (Brazil)
3. Cristiano Ronaldo (Portugal)
4. Ronaldinho (Brazil)
5. Roberto Carlos (Brazil)
6. Rivelino (Brazil)
7. Paul Gascoigne (Inggris)
8. Zico (Inggris)
9. Zinedine Zidane (Prancis)
10. Sinisa Mihajlovic (Serbia)

Setuju dengan pendapat diatas? Atau anda punya pemain lain?


sumber : Astaga.com

The King Offside & The King Goal

1 Comment


Filippo Inzaghi - SM/dok

DUA belas gol dalam delapan partai AC Milan di Kompetisi Liga Italia dicetak oleh Filippo Inzaghi. Gayanya seringkali menyebalkan dan dijuluki striker raja offside karena dalam setiap pertandingan selalu kena semprit offside berkali-kali. Mengapa sebagai seorang striker atau penyerang depan dia begitu subur? Apa kelebihannya?

Hampir semua media Italia mengacungkan jempol tinggi-tinggi kepada Filippo Inzaghi yang sering dijuluki Super Pippo. Tanpa dia mungkin AC Milan masih akan berkutat di kelas medioker.

Tanpa Super Pippo klub yang pernah malang-melintang pada tahun 1980-an dengan trio Belanda, yakni Ruud Gullit-Frank Rikard-Marco Van Basten, akan terus dijangkiti problem sulit membuat gol. Apalagi mesin gol mereka, Andriiy Shevchenko, masih cedera.

Namun, sejak awal musim ini semua kekhawatiran tersebut dihapus oleh Super Pippo. Gol demi gol dia lesakkan ke gawang lawan. Tipikal golnya terlihat demikian mudah dicetak.

Itu menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang jika melihat teknik sepakbola yang dimiliki Pippo. Pemain langganan tim nasional Italia itu bukanlah striker yang berteknik lengkap.

Secara teknik, jika dibandingkan dengan Ruud Van Nilstelrooy, David Trezeguet atau rekan seklubnya, Andriiy Shevchenko, Pippo jauh berada di bawah nama-nama itu.

Selain tekniknya yang buruk, Pippo juga penerima bola yang jelek. Dia kurang bisa menggiring bola, melewati bek lawan, dan umpannya pun jauh dari sempurna. Dia tidak kuat seperti Christian Vieri.

Bakatnya tidaklah sehebat Raul Gonzalez dan kecepatannya kalah jauh dibandingkan dengan Sheva, panggilan Andriiy Shevchenko. Tendangannya tidak sekeras dan seterarah Trezeguet.

Membalik Teori

Semua teori itu seperti dibalik oleh Pippo. Khusus di Liga Champions plus kualifikasi melawan Slovan Liberec, dia sudah menjaringkan sembilan gol (dua ke Slovan Liberec, dua ke Lens, tiga ke Deportivo, dua ke Bayern Munich).

Berdasarkan data dari Opta Index, Pippo menjaringkan 63% gol dari total kesempatan yang dia dapatkan. Pippo pun menduduki urutan teratas soal ini, mengalahkan striker top seperti Raul, Ruud Van Nilstelrooy, atau Roy Makaay.

Lalu, apa yang membuat Pippo sedemikian tajam? Beberapa pengamat menguraikan kelebihan-kelebihan yang dia miliki.

Pertama, dia dinilai sebagai orang yang rajin membuka ruang. Hal itu sudah diakui oleh Alessandro Nesta saat masih memperkuat Lazio.

Nesta menganggap Pippo sebagai striker yang paling sulit dikawal karena kemampuannya mencari ruang kosong di kotak penalti lawan. Pippo selalu berlari dan berkelit di balik jebakan-jebakan pemain belakang lawan.

Kedua, shoot on target-nya cukup tinggi. Di Liga Champions, Pippo teratas dalam soal itu dengan enam tembakan, mengalahkan Pablo Aimar, Pablo Aimar, Ruud van Nistelrooy, Juan Sebastian Veron, Azar Karadas, Roy Makaay, Thierry Henry, Sonny Anderson yang masing-masing membukukan lima shoot on target. Angka Pippo bertambah menjadi sembilan usai pertandingan melawan Bayern Muenchen.

Ketiga, naluri membunuh atau killer instinct-nya sangat tinggi. Daya ciumnya terhadap gol cukup tajam. Dari dua pertandingan lawan Lens dan Deportivo La Coruna, goal to shoot ratio-nya cukup tinggi, yaitu 67% dan hanya kalah dari Yakubo Aiyegbeni (Maccabi Haifa).

Intinya, Pippo butuh makin sedikit peluang untuk bisa membuat gol. Hal itu masih ditambah kepala dan kakinya yang lumayan maut.

Keempat, dia sangat jago lolos dari jebakan offside. Ada data statistik yang menarik mengenai Pippo. Dia adalah raja offside.

Dari data sebelum Bayern vs Milan dihitung, Pippo offside tujuh kali dan ada di peringkat ketiga di bawah Mateja Kezman serta Thierry Henry (8 kali).

Ditambah partai lawan Bayern, Pippo menjadi terbanyak offside, yaitu 10 kali. Tapi justru itulah kelebihannya. Dia adalah tipikal pemain yang mudah lolos dari jebakan offside untuk kemudian solo run mengalahkan penjaga gawang lawan.

Kelima, Pippo kini disuplai oleh playmaker andal. Rui Costa, Clarence Seedorf, dan Rivaldo adalah beberapa nama yang rajin memberi umpan atau assist.

Alasan-alasan itulah yang dianggap berperan dan membuat Pippo kini makin panas dalam urusan mencetak gol.

Sampai-sampai ada celetukan mengenai Pippo. He lives for the goal and the six yard box is his home. Dia hidup untuk gol dan petak penalti adalah rumahnya!

sumber : suaramerdeka.com

Ini Tentang Offside

No Comments


Sejarah dan asal usul peraturan offside dalam sepak bola ternyata cukup panjang dan tidak sesederhana seperti yang kita bayangkan. Jika tim favorit kita berhasil membobol gawang lawan rasanya senang sekali walaupun itu offside, sang hakim garis pun tahu dan akhirnya wasit menyatakan gol tidak sah, akhirnya penonton pun hanya bisa kecewa dan memaki wasit. Nah apa dan bagaimana sebenarnya offside dalam sepak bola itu, berikut ini sejarahnya.
Asal-usul istilah ‘offside’
Istilah ‘offside’ diambil dari dunia militer. Dalam militer dikenal istilah ‘off the strenght of his side’, yang berarti status bebas tugas. Ketika seorang tentara dibebastugaskan, dia tidak akan mendapat keistimewaan dan gaji seperti biasanya. Prinsip tersebut digunakan dalam sepakbola. Ketika seorang pemain berada dalam posisi offside, berarti dia dibebastugaskan alias terlepas dari permainan. Dalam hal ini, yang terjadi adalah sebuah pelanggaran.
Sejarah aturan offside


Catatan sejarah menunjukkan, Inggris telah menerapkan aturan offside sejak tahun 1800an. Peraturan ini diadopsi dari olahraga rugby yang juga cukup populer di sana. Konsepnya sama, melarang seorang pemain hanya diam menunggu umpan di depan gawang musuh.
Peraturan offside pertama kali diperkenalkan oleh sebuah klub profesional pada tahun 1985. Klub tersebut adalah Sheffield FC. Sheffield membuat aturan yang melarang seorang penyerang berdiri di dekat gawang lawan. Jika penyerang tersebut menerima umpan dari temannya, maka dia berada dalam posisi offside.
Namun pada masa itu peraturan ini masih bias dan kurang jelas.
Muncul banyak perbedaan pendapat tentang aturan offside. Hingga akhirnya Universitas Cambridge mencoba menyatukan berbagai versi dalam sebuah rumusan peraturan baku. Aturan baku ini diterima dan menjadi pegangan pada masa itu. Aturannya cukup unik dan dikenal sebagai peraturan “tiga pemain belakang”. Dalam peraturan ini seorang penyerang sudah dinyatakan offside meskipun di depannya masih ada tiga pemain belakang lawan, termasuk kiper! Wew..
Ketika FIFA mulai didirikan pada tahun 1904, seluruh peraturan sepakbola termasuk offside mulai dipikirkan secara serius. Asosiasi sepakbola Skotlandia mengusulkan untuk mengganti aturan “tiga pemain belakang” dengan hanya dua pemain belakang. Seorang penyerang dikatakan offside jika hanya ada dua pemain belakang lawan yang berdiri di antara dia dan gawang musuh.
Perubahan peraturan ini diberlakukan sejak tahun 1925, dan menghasilkan permainan yang lebih atraktif. Karena peluang terjadinya offside lebih kecil, gol yang tercipta pun menjadi lebih banyak.
Peraturan offside telah memicu terjadinya perubahan pola dan gaya permainan. Setiap pelatih dipaksa berpikir keras untuk menaklukkan aturan offside dalam menyerang dan menjadikannya sebuah perangkap jitu dalam pertahanan. Agak lucu jika mengingat pada masa itu pola 2-3-5 menjadi sangat populer. Posisi sweeper pun kemudian dimunculkan untuk menghalau umpan-umpan terobosan lawan yang berpotensi lolos dari jebakan offside.
Pada tahun 1990, peraturan offside kembali direvisi. Seorang penyerang tidak lagi offside jika dia berada dalam posisi sejajar dengan setidaknya dua pemain belakang terakhir tim lawan (termasuk kiper). Aturan ini mulai diterapkan pada Piala Dunia 1990 di Italia.
Pada tahun 2003, FIFA membuat tambahan peraturan tentang offside yang lebih lunak. Ketika seorang penyerang berada dalam posisi offside, belum tentu akan dinyatakan offside. Sebelumnya hal ini memang bisa terjadi dalam situasi tendangan gawang, tendangan sudut, lemparan ke dalam, dan ketika pemain berada di separuh wilayah lapangan timnya sendiri. Namun FIFA menambahkan pasal baru, seorang pemain bisa dinyatakan tidak offside jika dia tidak terlibat aktif dalam permainan.

sumber : http://beritanyata.blogspot.com/2010/05/sejarah-offside-dalam-sepakbola.html

Rekor Sepak Bola Dunia

No Comments



PIALA DUNIA TERBANYAK

World Cup Pertama kali diselenggarakan di Uruguay, 13 Juli 1930. Brazil menjadi negara paling banyak memenangkan Piala Dunia sebanyak 5 kali : 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002

PIALA LIGA CHAMPIONS TERBANYAK



Real Madrid adalah pemegang piala Liga Champions terbanyak dgn 9 kali juara yaitu : 1955–56, 1956–57, 1957–58, 1958–59, 1959–60, 1965–66, 1997–98, 1999–2000 and 2002

PIALA WINNERS TERBANYAK



Piala Winner adlh turnamen sepakbola di Eropa yang pesertanya merupakan tim yang menjadi juara kompetisi piala negara masing2, tapi saat ini turnamen ini sudah ditiadakan oleh UEFA. Pemegang Piala Winners terbanyak adalah Barcelona dengan 4 kali juara : 1979, 1982, 1989, dan 1997

KLUB PALING SERING JUARA LIGA



Di kompetisi lokal, Glawgow Rangers merupakan pemegang rekor juara terbanyak yaitu 50 kali (1x juara bersama Dumbarton). Rangers juga merupakan klub paling sukses dengan 105 piala.

JUMLAH PENONTON TERBANYAK




Jumlah penonton terbanyak dalam satu pertandingan adalah 199,854 penonton pada Final Piala Dunia Brazil vs Uruguay di Rio de Jeneiro pada 16 Juli 1950

KLUB TAK TERKALAHKAN TERLAMA



Nottingham Forest menjadi tim Inggris dgn rekor tak terkalahkan selama 42 pertandingan (20 Nopember 1977 – 9 Desember 1978), rekor itu dikandaskan Arsenal dgn 44 pertandingan.

Tapi di level dunia, Glasgow Celtic menjadi tim paling lama tak terkalahkan dengan 62 pertandingan (49 menang; 13 seri) pada 13 Nopember 1915 – 21 April 1917

PEMAIN PALING SERING MENGIKUTI PIALA DUNIA



Pemain yang paling sering mengikuti piala dunia adalah sebanyak 5 kali yang dipegang oleh Antonio Carbajal (1950, 1954, 1958, 1962 , dan 1966) dan Lothar Matthäus (1982, 1986, 1990, 1994, and 1998). Lothar Matthäus menjadi pemain paling sering bertanding yaitu sebanyak 25 kali.

PEMAIN PALING TUA DI PIALA DUNIA



Pemain paling tua yang mengikuti Piala Dunia adalah Albert Roger Milla (Kamerun) saat Kamerun vs Rusia pada 28 Juni 1994. saat itu Milla berusia 42 tahun 39 hari.

PEMAIN PALING MUDA DI PIALA DUNIA



Pemain paling muda yang mengikuti Piala Dunia adalah Norman Whiteside (Irlandia Utara) saat Irlandia Utara vs Yugoslavia 17 Juni 1982. saat itu Whiteside berusia 17 Tahun 41 hari. Whiteside adalah pemain MU (Inggris).

PEMAIN PALING TUA DI DUNIA



William Henry “Billy” Meredith (Wales) adalah pemain tertua dengan usia 45 tahun 229 hari. untuk kompetisi amatir, pemain tertua dipegang oleh penjaga gawang Norwegia FK Toten, Knut Olav Fosslien yang berusia 56 tahun 126 hari.

PEMAIN PALING SERING BERTANDING (PRIA)



Peter Shilton (UK) menjadi pemain paling sering tampil dengan 1390 kali mengikuti pertandingan: 286 Leicester City (1966–74), 110 Stoke City (1974–77), 202 Nottingham est (1977–82), 188 Southampton (1982–87), 175 Derby County (1987–92), 34 Plymouth Argyle (1992–94), 1 Bolton Wanderers (1995) and 9 Leyton Orient (1996–97); 1 League play-off, 86 FA Cups, 102 League Cups, 125 internationals, 13 Under-23s, 4 Football League dan 53 pertandingan club level eropa lainnya.

PEMAIN PALING SERING BERTANDING (WANITA)



Sedangkan untuk pemain wanita, Kristine Lilly (USA) menjadi pemain paling sering bertanding yaitu sebanyak 225 kali.

GOL TERCEPAT DUNIA



Rekor gol tercepat dunia dipegang oleh Ricardo Olivera (Argentina) dalam waktu 3 detik saat Rio Negro vs Sorinao pada tanggal 26 Desember 1998. untuk kompetisi amatir, rekor gol tercepat dipegang oleh Marc Burrows (Cowes Sports) yatu hanya dalam waktu 2.4 detik!!!

GOL TERCEPAT LIGA CHAMPIONS



Gilberto Silva memegang rekor gol tercepat Liga Champions dalam waktu 20 detik saat Arsenal vs PSV pada 25 september 2002. namun rekor tersebut dipecahkan Rooy Makaay saat Munich vs Madrid pada 8 Maret 2007 dalam waktu 9.8 detik.

HAT-TRICKS TERBANYAK [BERUNTUN]



Pemain asal jepang Masashi Nakayama (Jubilo Iwata) memegang rekor Hat Tricks terbanyak secara beruntun :
5 gol vs Cerezo Osaka, Nagai Stadium pada 15 April1998;
4 gol vs Sanfrecce Hiroshima, Jubilo Iwata Stadium 18 April 1998;
4 gol vs Avispa Fukuoka, Kumamoto City Stadium 25 April1998;
3 gol vs Consadole Sapporo, Jubilo Iwata Stadium 29 April1998

GOL TERBANYAK DALAM SATU MUSIM



Dipegang oleh William Ralph “Dixie” Dean (Everton 1927/1928) sebanyak 60 gol dalam 39 laga.

GOL TERBANYAK SEPANJANG SEJARAH



Pele menjadi pemain dengan gol terbanyak sepanjang sejarah sepakbola, yaitu sebanyak 1.279 gol dalam kurun waktu 21 tahun karir sepakbolanya. Bahkan ada yang menyebutkan PELE mencetak 1.298 gol!!!

CLEAN SHEET TERLAMA



Penjaga gawang yang berhasil menjaga ”keperawanan gawang” alias tidak kebobolan terlama adalah Geraldo Pereira de Matos Filho atau kerap dipanggil Mazaropi (CR Vasco da Gama) yaitu selama 1.816 menit!!!

KIPER PENCETAK GOL TERBANYAK



Rogerio Ceni (Brazil/Sao Paulo) adalah penjaga gawang dengan rekor mencetak gol sebanyak 83 gol!!!

GAGAL PENALTI TERBANYAK



Ternyata rekor ini dipegang oleh striker hebat MARTIN PALERMO (Boca Juniors / Argentina) saat Argentina vs Colombia dalam Copa America 1999 di Paraguay. 3 pinalti yang diberikan wasit untuk argentina, semua gagal dieksekusi oleh Palermo!!!

KEMENANGAN TERBESAR



Pada tanggal 11 April 2001 (kualifikasi PD 2002) Australia menghajar American Samoa 32 gol tanpa balas!!!! Archie Thompson mencetak 13 gol…

di kompetisi amatir anda mungkin tdk prcya jika Adema mnghancurkan Stade L'Emyrne 149-0

REKOR TRANSFER



Cristiano Ronaldo (CR9) menjadi pemain termahal dunia setelah dibeli Real Madrid dari MU seharga 1.3 Triliun dan mengalahkan Zidane yang juga dibeli madrid (dari Juventus) seharga 980 M!

PEMAIN PALING GEMUK



Willie Henry “Fatty” Foulke (penjaga gawang/inggris) adalah pemain tergemuk dan terberat dengan tinggi 190cm dan 146 kg.

GOL JARAK TERJAUH



Dipegang oleh Pat Jennings (goal keeper / Charity Shield) saat menghadapi MU pada tahun 1967 dengan jarak 90 yards

KARTU MERAH TERCEPAT



Rekor kartu merah tercepat dipegang oleh David Pratt pada detik ke 3 saat Chippenham Town vs Bashley 8 Mei 2009. Pratt dianggap melakukan tekel berbahaya. Namun, untuk kompetisi amatir, rekor ini dipegang oleh Lee Todd (2000) pada detik pertama!!! Saat wasit meniup tanda kick-off, Lee Tood mengatakan ”F*** you, that was loud” kpd wasit. Sang wasit pun langsung mengusirnya.

NAMA KLUB TERPANJANG



Dipegang oleh klub asal Thailand yang bernama Samosorn Maha Vittiyalai Krungthep Mahanakorn Boworn Rattanakosin Mahintara Yutthaya Mahadilok Phop Noparat Rajathani Burirom Udom Rajaniwet Mahasatharn Amorn Phimarn Avatarn Sathit Sakkatattiya Vishnukarm Prasit.

Namun tim lainnya yang juga berasal dari Thailand punya nama lebih panjang yaitu Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Ayuthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit Bravo Association Football Club. Padahal naa aslinya adalah Bangkok Bravo

ISL masuk Rekor FIFA

No Comments


Patricio Jimenez Diaz sudah tak asing bagi penggemar sepak bola nasional. Selain memiliki keunikan karena pernah mengeksekusi penalti dalam posisi mata tertutup, keunikan lain defender asal Cile tersebut adalah berganti klub tiap tahun.


Patricio Jimenez kali pertama me­nginjakkan kaki di Indonesia pada 2004. Namun, sampai 2010, dia sudah memperkuat enam klub berbeda.

Kini Bontang FC adalah pemakai jasa pe­main kelahiran Villa Alegre, Cile, 23 Juni 1975, tersebut. Klub yang pernah dibelanya, an­tara lain, Semen Padang, Sriwijaya FC Pa­lembang, Persib Bandung, PSMS Medan, Per­sisam Putra Samarinda, dan Bontang FC.

Namun, gonta-ganti klub itu tidak dise­bab­kan dia tak mendapat tempat di tim utama. Bahkan sebaliknya, setiap klub yang dibe­la­nya selalu menjadikan mualaf yang menikahi wanita Indonesia tersebut sebagai pilihan utama di lini belakang.

Prestasi itulah yang membuat Bontang FC akhirnya mengontrak suami Novia Anggraini tersebut. "Patricio punya kemampuan bagus di lini belakang. Kami memang perlu pemain yang punya pengalaman di pertahanan," kata Andi Faisal Hasdam, general manager Bontang FC.

Bersama Bontang FC, yang dibelanya sejak paro musim ini, Pato -sapaan karib Patricio Jimenez- hanya ingin menyelamatkan timnya dari degradasi. Sebenarnya, prestasi yang ham­pir sama ditunjukkannya tahun lalu saat mem­bela Persisam Putra juga dalam setengah mu­sim dan memberikan gelar juara Divisi Utama.

Namun, bukan itu saja sensasi yang pernah dibuat pria yang senang memelihara rambut gon­drongnya itu. Pemilik nama muslim Mu­hammad tersebut adalah satu-satunya pemain yang mendapat penghargaan dari FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) atas pres­tasinya mencetak gol penalti dengan cara me­nutup mata. Itu dilakukannya saat mem­be­la Persib Bandung di ajang Copa Indonesia 2007, saat bertemu Persijap Jepara.

"Gol saya itu ternyata diketahui FIFA me­la­lui televisi serta media nasional dan inter­nasional. Waktu itu memang saya sangat percaya diri bisa mencetak gol dengan tutup mata," ucap Pato.

Keunikan lain Pato ternyata tidak habis sampai di situ. Setelah menikah dengan wanita Indonesia, dia memilih menjadikan istrinya sebagai manajer.

Untuk urusan dengan klub yang dibelanya, dia menyerahkan kepada ibu ketiga anaknya itu. "Saya memang sering pindah klub. Itu nor­mal di sepak bola. Siapa yang bisa mem­bayar lebih tinggi itu pasti akan dijadikan pi­lihan," ujar ayah Kelwin, 3; Braiem, 2; ser­ta Petrick, 2 bulan, tersebut.

Sekarang Pato memiliki hasrat pribadi yang tidak berhubungan langsung dengan sepak bola. Dia ingin mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Hal tersebut, menurut dia, bisa menjadikannya lebih tenang.

"Saya mencintai Indonesia. Alhamdulillah, ada aturan yang memungkinkan itu. Semoga saja saya bisa jadi orang Indonesia yang dia­kui pemerintah," ujarnya.

Peraturan Sepak Bola (fact)

No Comments



Lapangan permainan



Ukuran lapangan standar
  1. Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m
  2. Garis batas: garis selebar ... cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; ... m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
  3. Daerah penalti: busur berukuran ... m dari setiap pos
  4. Garis penalti: ... m dari titik tengah garis gawang
  5. Garis penalti kedua: ... m dari titik tengah garis gawang
  6. Zona pergantian: daerah ... m (... m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
  7. Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m
  8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif

Bola

  1. Ukuran: 68-70 cm
  2. Keliling:10 cm
  3. Berat: 410-450 gram
  4. Lambungan: 1000 cm pada pantulan pertama
  5. Bahan: karet atau karet sintetis (buatan)

Tim

  1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 11, salah satunya penjaga gawang
  2. Jumlah pemain maksimal keluar lapangan(tidak termasuk cedera): 4
  3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 12
  4. Jumlah wasit: 1
  5. Jumlah hakim garis: 2-4
  6. Batas jumlah pergantian pemain: paling banyak sesuai jumlah pemain cadangan

Perlengkapan permainan

  1. Kaos bernomor (sejak tahun 1954)
  2. Celana pendek
  3. Kaos kaki
  4. Pelindung tulang kering
  5. Alas kaki bersolkan karet

Lama permainan

  1. Lama normal: 2x45 menit
  2. Lama istiharat: 15 menit
  3. Lama perpanjangan waktu: 2x15 menit
  4. Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
  5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
  6. Waktu pergantian babak: maksimal 15 menit

Bola Piala Dunia Terburuk

No Comments


Jabulani terus dicaci-maki. Bola resmi Piala Dunia 2010 itu dianggap seperti peragawati yang kekurangan makan dan menjalani terlalu banyak bedah plastik: terlalu ringan dan gerakan lengkungnya susah diprediksi.

Nyaris tak ada suara positif dari pemain dan pelatih tentang bola ini. Kiper adalah pihak yang paling keras menyuarakan ketidakpuasannya. “Sebuah bencana,” kata kiper Prancis, Hugo Lloris, tentang bola itu. Kiper Brasil, Julio Cesar, menyebut Jabulani dengan sebutan “mengerikan” dan sebagai bola kelas supermarket.

Kiper Spanyol, Iker Casillas, melukiskan bola ini seperti bola pantai. Kiper Italia, Gianluigi Buffon, melabeli bola ini dengan “memalukan”. Sedangkan kata “menakutkan” dipakai kiper inggris, David James. Kiper Uruguay, Fernando Muslera, menyebutnya sebagai “yang terburuk yang pernah saya gunakan”.

Problemnya, gerakan bola ini kerap susah diprediksi. Penyerang Brasil, Julio Baptista, menilai bola itu tak menguntungkan kiper maupun penyerang karena kerap bergerak ke arah yang tak terduga.

Penyerang Italia, Giampaolo Pazzini, melukiskan bola itu kerap bergerak lebih liar dan susah dikontrol. “Anda melompat untuk menyundul bola sebuah umpan silang dan tiba-tiba bola bergerak, dan Anda pun luput,” katanya.

Pelatih Denmark, Morten Olsen, juga ikut mengeluhkan bola itu setelah timnya kalah 1-0 dalam uji coba melawan Australia. “Kami bermain dengan bola yang mustahil dan kami harus membiasakan diri dengan itu,” katanya. Penyerang Brasil, Robinho, menilai bola itu dibikin oleh orang yang tak pernah bermain bola. “Tapi tak ada yang bisa kami lakukan. Kami harus bermain dengan itu.”

Keluhan senada dilontarkan pelatih Brasil, Carlos Dunga. Keluhan itu kemudian ditanggapi miring oleh Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke. “Bola sama telah digunakan oleh sejumlah tim sejak dipasarkan oleh Adidas,” katanya. “Brasil mengatakan itu karena mereka takut tak mampu jadi juara, dan mereka kemudian bisa menyalahkan bola. Kita akan lihat.”

Dunga tampak geram mendengar komentar itu. “Ia seharusnya mencoba bermain,” katanya. “Bila sudah mencoba memainkan bola itu, ia pasti akan memiliki pendapat berbeda. Dia memang lelaki yang pernah bermain di lapangan. Saya ingin ia ke sini ikut dalam latihan kami. Kami akan memberinya bola untuk melihat apakah ia bisa mengontrolnya.” Dunga pun menegaskan tak hanya kubu Brasil yang mengeluhkan bola itu. “Sejumlah pemain sukses lain juga mengeluh.”

Produsen bola itu, Adidas, tampak terkejut atas banyaknya suara miring itu. Jabulani (diambil dari bahas Zulu yang berarti untuk merayakan) justru diklaim sebagai bola paling inovatif yang pernah dibuat. Teknologi pembuatannya juga memmastikan bola itu yang paling akurat dan bulat. “Jabulani telah dites untuk memenuhi standar FIFA dan memiliki kelebihan akurasi hingga 27 persen dibanding bola yang ada di pasar saat ini,” kata Antonio Zea, Direktur Sepak bola Adidas America.

Adidas sendiri terus memperbaiki performa bola yang diciptakannya dengan semangat untuk mendukung pertandingan yang menghasilkan lebih banyak gol. Maklum, rata-rata gol yang terjadi dalam Piala Dunia terakhir menunjukkan tren penurunan, yakni 2,71 gol pada 1994; 2,67 gol pada 1998; 2,52 gol pada 2002; dan 2,3 gol pada 2006.

Karena itu, di tengah kritik tersebut, Jabulani dipastikan akan tetap dipakai di Afrika Selatan. Hal itu sudah ditegaskan Thomas van Schaik, juru bicara Adidas. “Bila Anda melihat pada sejarah, selalu ada kritik terhadap bola sebelum Piala Dunia. Tapi kritik itu tak banyak muncul sesudahnya, setelah Anda melihat banyak gol dan banyak penyelamatan,” katanya.

Dalam dua Piala Dunia terakhir, kritik terhadap bola memang kerap muncul. Fevernova, yang digunakan pada 2002, dikritik karena dianggap terlalu ringan dan sangat mudah memantul. Bola Teamgeist, yang diperuntukkan buat Piala Dunia 2006, justru dianggap terlalu berat dan dibuat hanya menguntungkan para penyerang.

Para pemain tampaknya dengan terpaksa harus menerima kehadiran bola itu. Gelandang Amerika Serikat, Clint Dempsey, justru sudah menemukan cara terbaik untuk memainkan bola itu. “Bila menendangnya dengan benar–Anda jangan melakukannya terlalu keras–Anda bisa memberikan kesulitan kepada kiper,” katanya. “Hanya, harus diingat, Anda harus memberi perhatian lebih pada hal detail saat melakukan operan. Bila melakukannya dengan keliru, Anda akan berakhir dengan menanggung malu.”

David James, kiper Inggris, juga siap menerima Jabulani. “Itu mengerikan, tapi juga mengerikan bagi semua orang,” katanya.

BOLA PIALA DUNIA SEBELUMNYA

Telstar: Meksiko, 1970
Telstar Durlast R: Jerman Barat, 1974
Tango Durlast: Argentina, 1978
Tango Espana: Spanyol, 1982
Azteca: Meksiko, 1986
Etrvsco: Italia, 1990
Questra: Amerika Serikat, 1994
Tricolore: Prancis, 1998
Fevernova TM: Korea Selatan-Jepang, 2002
Teamgeist: Jerman, 2006

10 derby terpanas

No Comments





Kita tahu bahwa dalam dunia sepak bola, sering ada pertandingan yang mempertemukan dua tim yang berasal dari kota yang sama atau wilayah yang sama, pertandingan seperti ini dalam dunia persepakbolaan disebut sebagai pertandingan derby, dan biasanya pertandingan derby adalah pertandingan yang keras. Hal ini disebabkan karna kedua tim ngotot untuk bisa menjadi yang terbaik di wilayah itu, selain itu juga karna pengaruh rivalitas yang tinggi antara 2 tim tersebut, bahkan panasnya derby juga sering merambat ke supporter masing-masing kubu. Sehingga tak jarang dalam duel derby sering jatuh korban suporter karna adanya bentrokan

Berikut adalah 10 derby terpanas sepanjang di belahan dunia ini (diurutkan dari no 10)

Derby Della Capitale (AS Roma vs Lazio)
Dari namanya, jelas bahwa derby ini adalah pertemuan dua klub ibukota Italia, Roma. AS Roma dan Lazio bermain di Stadion Olimpico. Derby ini dianggap sebagai derby terhebat di Italia selain derby Milano dan derby Torino. Menurut sejarah ada faktor sosial-ekonomi yang membuat derby ini jadi “mengerikan”. Lazio dibentuk oleh mereka yang berstatus menengan ke atas dan bermarkas di Roma sebelah utara kota. AS Roma bermarkas di daerah miskin di sebelah selatan kota. Di dalam stadion, para suporter Roma menempati tribun sebelah selatan (curva sud) dan Lazio di sebelah utara (curva nord).

Derby Della Madoninna (Inter Milan vs AC Milan)
Atau disebut juga sebagai derby Milano antara AC Milan dengan Internazionale Milan. Biasanya pertandingan berlangsung panas dan selalu ditunggu oleh penggemar sepakbola dan khususnya suporter kedua klub itu di seluruh dunia. Disebut Derby della Madoninna sebagai penghormatan terhadap salah satu obyek wisata di kota Milano, yaitu patung Perawan Maria yang terletak di puncak Duomo. Patung itu biasa disebut sebagai Madoninna.

Derby Della Mole (Juventus vs Torino)
Pertemuan antara David dan Goliath atau mungkin si kaya dengan si miskin. Pilih saja. Yang pasti Torino tidak akan mau mengalah mudah jika udah meladeni Juventus. Keduanya bertemu pertama kali pada 1906 dan tidak akan pernah meredupkan api perseteruan.

El Superclasico (River Plate vs Boca Juniors)
Itu adalah judul yang paling biasa dipakai untuk menamai pertandingan sepakbola antara dua tim yag bermarkas di Buenos Aries: River Plate dan Boca Juniors. Disebut superclasico karena kedua klub tersebut adalah dua klub tersukses di Argentina. Jika dijumlahkan, para suporter kedua klub itu terdiri dari lebih dari 70 persen suporter sepakbola di Argentina. Koran Inggris, The Observer, meletakkan El Superclasico di ututan teratas daftar 50 sporting things you must do before die.

Old Firm (Celtic vr Ranger)
Ini adalah contoh klasik sectarian rivalry. Terjadi di Glasgow, antara dua klub besar Skotlandia; Celtic dan Rangers. Derby ini berangsung empat kali dalam semusim di Premier League Skorlandia. Sudah pasti, merupakan derby paling sering dibandingkan derby di kota lainnya. Celtic mewakili populasi Katholik, sedangkan Rangers mewakili populasi Protestan di Glasgow.

Moscow Derby (Lokomotiv vs Spartak)
Derby ini melibatkan empat klub yang bermarkas di ibukota Rusia itu. Mereka adalah CSKA, Dynamo, Lokomotiv dan Spartak. Dari keempat klub tersebut, yang dianggap sebagai the weakest link adalah Lokomotiv. Tiga lainnya sudah mengumpulkan sederet trofi, namun tidak demikian dengan Lokomotiv. Moscow derby tidak hanya berlaku untuk sepakbola tapi juga untuk hoki es dan juga melibatkan keempat klub itu.

North London Derby (Arsenal vs Tottenham)
Tiap tahun, Arsenal dan Tottenham Hotspurs memperebutkan gelar tak resmi: Siapa yang menjadi raja di London Utara? Kedua klub ini pertama bertemu di dalam sebuah pertandingan persahabatan pada 11 November 1887. Ketika itu, Arsenal masih memakai nama Royal Arsenal.

Merseyside Derby (Liverpool vs Evertoon)
Disebut Merseyside Derby karena Liverpool dan Everton sama-sama berasal dari daerah Merseyside di kota Liverpool. Kadang juga disebut The Friendly Derby karena dalam satu keluarga kadang terdapat dua kubu, antara pendukung Liverpool dan Everton. Di tingkat teratas sepakbola pro Inggris, derby ini pertama kali terjadi pada 1962, ketika Liverpool pertama kali menembus Divisi Utama. Di Ingris mungkin hanya Pertandingan antara Liverpool kontra Manchester United yang bisa mengalahkan panasnya pertandingan ini.

Derby Madrid (Real Madrid vs Atletico Madrid)
publik spanyol tak akan dapat menyangkal betapa panasnya derby ini, derby terbesar spanyol ini adalah derby yang mempertemukan dua kiblat sepak bola ibukota spanyol, Madrid. Yaitu antara Real Madrid melawan Atletico Madrid. Banyak pemain dari kedua kubu yang ngotot untuk tampil di pertandingan ini dikarenakan gengsi yang tinggi dari pertandingan ini

Derby de Manchester (Manchester United vs Manchester City)
Inilah Derby terpanas di jagad persepakbolaan Eropa bahkan Dunia, yaitu antara Manchester City melawan Manchester United. Bagaimana tidak, Rivalitas kedua tim ini sudah kadung menjalar sejak dulu, bahkan saat manchester masih bernama Newton Health, kedua tim sudah saling ngotot untuk dapat memperlihatkan kekuatan mereka. Maka tak heran jika dalam pertandingan , wasit sering banyak mengeluarkan kartu, Apalagi sekarang Exspatriat Manchester United sudah menjadi jagoan Manchester City, yaitu Carlos Teves.

Arti Bintang Pada Logo Klub Italia

No Comments

.

Seri A - Kalo di Indonesia beberapa klub sepak bola mempunyai simbol bintang di dalam logonya, dan bukan di atas logo klub tersebut, beda ceritanya dengan di daratan Eropa. Sering kita temui simbol bintang emas di atas logo beberapa klub Eropa semisal Juventus, AC Milan dan Inter Milan. Tanda tersebut memang merujuk kepada prestasi yang mereka torehkan di Seri A, tapi tahukah anda bagaimana awal kisah sang bintang emas itu? mari kita cari tahu

Adalah seorang bos Fiat dan Juventus di masa lalu "Umberto Agnelli" yang mendasarkan konsep bintang emas buat sang jawara tersebut. Pada tahun 1958 diperkenalkanlah bintang Emas itu dengan nama Golden Star for Sports Excellence atau Stella d’Oro al Merito Sportivo di Italia dan pada tahun yang sama pula Juventus meraih Bintang Emas pertamanya.

Simbol tersebut dipergunakan di logo klub dan seragam tim untuk menandai sebuah tim yang sudah memenangi titel juara untuk beberapa kali, atau usai meraih penghargaan lainnya. Kusus di Italia, satu bintang emas adalah ganjaran untuk klub yang sudah mereguk sepuluh titel Scudetto.

Tim pertama yang mendapatkan simbol ini adalah Juventus, di Italia dan Eropa. Mereka mendapatkan bintang bintang emas di atas logo klubnya pada tahun 1958 untuk menandai gelar ke-10 mereka. Pada tahun 1982, Bianconeri menerima bintang emas yang kedua setelah mereka merajai seri A untuk yang ke 20 kali.

Sampai dengan musim 2008/09, hanya Juventus, AC Milan dan Inter Milan yang berhak mempergunakan bintang emas itu di Seri A, diikuti oleh Genoa yang tinggal butuh satu gelar juara lagi untuk meraih bintang emas pertamanya di tanah Italia. Juventus adalah satu-satunya peraih dua bintang emas di kompetisi tersebut. Juventus juga bisa meraih Bintang Emas yang ke tiga kalinya jika saja Bianconeri tidak terlibat dalam skandal Calciopoli pada tahun 2006 silam, yang mana pada saat itu juventus yang sudah merengkuh titel ke 29 harus kehilangan 2 gelar scudetto-nya yakni tahun 2005 dan 2006, yang ahirnya gelar scudetto 2006 diberikan pada Intermilan yang saat itu hanya finis diurutan ke-3 klasemen seri A.

Berikut Daftar Club Peraih Scudetto sejak Seri A dimulai pada tahun 1898.
  • Juventus - 27 - (1905, 1926, 1931, 1932, 1933, 1934, 1935, 1950, 1952, 1958, 1960, 1961, 1967, 1972, 1973, 1975, 1977, 1978, 1981, 1982, 1984, 1986, 1995, 1997, 1998, 2002, 2003)
  • AC Milan - 17 - (1901, 1906, 1907, 1951, 1955, 1957, 1959, 1962, 1968, 1979, 1988, 1992, 1993, 1994, 1996, 1999, 2004)
  • Intermilan - 16 - (1910, 1920, 1930, 1938, 1940, 1953, 1954, 1963, 1965, 1966, 1971, 1980, 1989, 2006, 2007, 2008)
  • Genoa - 9 - (1898, 1899, 1900, 1902, 1903, 1904, 1915, 1923, 1924)
  • Torino - 8 - (1927, 1928, 1943, 1946, 1947, 1948, 1949, 1976)
  • Pro Vecelli - 7 - (1908, 1909, 1911, 1912, 1913, 1921, 1922)
  • Bologna - 7 - (1925, 1929, 1936, 1937, 1939, 1941, 1964)
  • AS Roma - 3 - (1942 ,1983, 2001)
  • Fiorentina - 2 - (1956, 1969)
  • SS Lazio - 2 - (1974, 2000)
  • Napoli - 2 - (1987, 1990)
  • AS Casale - 1 - (1914)
  • Verona - 1 - (1985)
  • Samdoria - 1 - (1991)


Sumber: http://sekedar-tahu.blogspot.com/2010/01/arti-bintang-emas-di-atas-logo-klub.html#ixzz0yY3N8800

Peraturan Offside Terbaru Versi FIFA

1 Comment



PERTANDINGAN pembukaan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan antara tuan rumah dengan tim Meksiko selain mendebarkan ternyata juga memberikan ilmu baru. Sebuah gol pemain Meksiko yang bermain di klub Arsenal, Vela, ternyata dianulir wasit. Anehnya, tidak ada protes yang keluar dari pemain Meksiko, protes justru datang dari para penonton.

Menurut peraturan Fifa yang baru, seorang pemain dikatakan offside jika dia berada lebih dekat ke garis gawang dari bola dan pemain lawan kedua terdekat.

Bahasa Inggrisnya: “A player is in an offside position if he is nearer to his opponents’ goal line than both the ball and the second-last opponent.”


Dari gambar di atas, Vela berada lebih dekat dengan garis gawang daripada bola dan pemain lawan kedua terdekat, yaitu penjaga gawang. Jadi dalam hal ini keputusan wasit menganulir gol Meksiko sangat tepat.


Aturan FIFA pada POSISI offside:

Seorang pemain berada dalam posisi offside jika:
- Dia lebih dekat ke garis gawang lawan-lawannya 'dari kedua bola dan lawan kedua terakhir

Seorang pemain tidak dalam posisi offside jika:
- Dia setengah sendiri bidang bermain atau
- Dia sejajar dengan lawan kedua terakhir atau
- Dia sejajar dengan dua lawan terakhir

Pelanggaran
Seorang pemain dalam posisi offside hanya dikenakan sanksi jika, pada saat menyentuh bola atau dimainkan oleh salah satu timnya, dia, menurut pendapat wasit, terlibat dalam permainan aktif oleh:

- Campur dengan bermain atau
- Mengganggu lawan atau
- Mendapatkan keuntungan dengan berada di dalam posisi yang

Jangan tersinggung
Tidak ada pelanggaran offside jika pemain menerima bola langsung dari:

- Tendangan tujuan
- Lemparan-in
- Tendangan sudut

Pelanggaran dan sanksi
Dalam hal suatu pelanggaran offside, wasit penghargaan sebuah tendangan bebas tidak langsung kepada tim lawan yang akan diambil dari tempat dimana pelanggaran terjadi.


10 Kostum Terburuk 2009/10

No Comments



10 Kostum  Terburuk 2009 2010 (Sepak Bola)

10. Chelsea
Kostum ini terlihat memiliki plat dada di bagian kanan dan kiri bahu. Hal ini, bahkan membuatnya dicap sebagai kaos Robocop karena bentuknya yang aneh.

9. Bayern Munich
Rancangan bahunya nyaris sama dengan yang dikenakan Chelsea musim depan. Namun, bedanya seragam ini menggunakan bentuk leher aneh dan terlihat menggunakan resleting. Bukan pilihan menarik buat sebuah klub sepakbola
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak  Bola)

8. New York Red Bulls
Niat hati klub asal Amerika Serikat ini adalah mendatangkan sponsor dengan bayaran besar. Namun sebagai ganjaran, mereka harus menempatkan lambang sang sponsor di bagian depan kostum dengan ukuran besar. Hal itu membuat Red Bulls seperti iklan berjalan dengan rancangan buruk.
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak  Bola)

7. Bari
Sebagai klub Italia, adalah hal wajar buat Bari memperhatikan penampilan. Dengan mengutamakan kesederhanaan seragam baru pun dibuat. Namun kata ‘sederhana’ diresapi terlalu dalam oleh sang perancang. Sehingga kaus tersebut terlihat terlalu sederhana dan tak menggambarkan kebesaran sebuah klub darinya.
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak Bola)

6. Lazio
Untuk rancangan yang satu ini, sponsor dianggap jadi biang keladinya. Niat hati ingin menyamakan rancangan rival, Puma malah membuat seragam Lazio tampak lucu. Bentuk leher V berwarna coklat terang sangat kontras dengan warna biru kebanggaan Lazio.
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak Bola)
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak Bola)

5. Monarcas Morelia
Satu-satunya yang salah dari rancangan klub asal Meksiko ini adalah warna. Selain terlalu terang, perpaduannya dengan logo sponsor pun tampak seperti seragam Taman Kanak-kanak.
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak  Bola)

4.Bury
Hampir sama dengan Monarcas, masalahnya hanya warna. Bury memadukan coklat dengan biru, bukan paduan yang terlihat untuk dipandang.
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak  Bola)
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak  Bola)

3. Everton
Klub sekota Liverpool ini ingin membawa kenangan di era 1980an dengan leher berbentuk V. Namun, bentuk tersebut terlalu ekstrem hingga terlihat kalau penggunanya menggunakan dua baju dalam satu waktu.
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak  Bola)

2. Bolton
Rancangan bagian depan Bolton dihiasi lambang sponsor terlalu besar. Lambang itu membuat garis horizontal di bagian muka terpotong. Sepertinya lambang itu dipasang dengan sembarangan.
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak Bola)

1. Getafe
Entah berapa uang yang dibayar oleh sponsor Getafe. Yang jelas seragam musim depan klub Spanyol itu seperti seragam karyawan restoran cepat saji. Tak cukup sampai di situ, bagian dalam seragam itu juga berlambang sang sponsor. Sehingga bila pemain mencetak gol dan merayakan gol dengan mengangkat baju, maka lambang sponsor tetap terlihat.
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak  Bola)
10 Kostum Terburuk 2009 2010 (Sepak Bola)

Search

Followers