Arti Bintang Pada Logo Klub Italia
Seri A - Kalo di Indonesia beberapa klub sepak bola mempunyai simbol bintang di dalam logonya, dan bukan di atas logo klub tersebut, beda ceritanya dengan di daratan Eropa. Sering kita temui simbol bintang emas di atas logo beberapa klub Eropa semisal Juventus, AC Milan dan Inter Milan. Tanda tersebut memang merujuk kepada prestasi yang mereka torehkan di Seri A, tapi tahukah anda bagaimana awal kisah sang bintang emas itu? mari kita cari tahuAdalah seorang bos Fiat dan Juventus di masa lalu "Umberto Agnelli" yang mendasarkan konsep bintang emas buat sang jawara tersebut. Pada tahun 1958 diperkenalkanlah bintang Emas itu dengan nama Golden Star for Sports Excellence atau Stella d’Oro al Merito Sportivo di Italia dan pada tahun yang sama pula Juventus meraih Bintang Emas pertamanya.
Simbol tersebut dipergunakan di logo klub dan seragam tim untuk menandai sebuah tim yang sudah memenangi titel juara untuk beberapa kali, atau usai meraih penghargaan lainnya. Kusus di Italia, satu bintang emas adalah ganjaran untuk klub yang sudah mereguk sepuluh titel Scudetto.
Tim pertama yang mendapatkan simbol ini adalah Juventus, di Italia dan Eropa. Mereka mendapatkan bintang bintang emas di atas logo klubnya pada tahun 1958 untuk menandai gelar ke-10 mereka. Pada tahun 1982, Bianconeri menerima bintang emas yang kedua setelah mereka merajai seri A untuk yang ke 20 kali.
Sampai dengan musim 2008/09, hanya Juventus, AC Milan dan Inter Milan yang berhak mempergunakan bintang emas itu di Seri A, diikuti oleh Genoa yang tinggal butuh satu gelar juara lagi untuk meraih bintang emas pertamanya di tanah Italia. Juventus adalah satu-satunya peraih dua bintang emas di kompetisi tersebut. Juventus juga bisa meraih Bintang Emas yang ke tiga kalinya jika saja Bianconeri tidak terlibat dalam skandal Calciopoli pada tahun 2006 silam, yang mana pada saat itu juventus yang sudah merengkuh titel ke 29 harus kehilangan 2 gelar scudetto-nya yakni tahun 2005 dan 2006, yang ahirnya gelar scudetto 2006 diberikan pada Intermilan yang saat itu hanya finis diurutan ke-3 klasemen seri A.
Berikut Daftar Club Peraih Scudetto sejak Seri A dimulai pada tahun 1898.
- Juventus - 27 - (1905, 1926, 1931, 1932, 1933, 1934, 1935, 1950, 1952, 1958, 1960, 1961, 1967, 1972, 1973, 1975, 1977, 1978, 1981, 1982, 1984, 1986, 1995, 1997, 1998, 2002, 2003)
- AC Milan - 17 - (1901, 1906, 1907, 1951, 1955, 1957, 1959, 1962, 1968, 1979, 1988, 1992, 1993, 1994, 1996, 1999, 2004)
- Intermilan - 16 - (1910, 1920, 1930, 1938, 1940, 1953, 1954, 1963, 1965, 1966, 1971, 1980, 1989, 2006, 2007, 2008)
- Genoa - 9 - (1898, 1899, 1900, 1902, 1903, 1904, 1915, 1923, 1924)
- Torino - 8 - (1927, 1928, 1943, 1946, 1947, 1948, 1949, 1976)
- Pro Vecelli - 7 - (1908, 1909, 1911, 1912, 1913, 1921, 1922)
- Bologna - 7 - (1925, 1929, 1936, 1937, 1939, 1941, 1964)
- AS Roma - 3 - (1942 ,1983, 2001)
- Fiorentina - 2 - (1956, 1969)
- SS Lazio - 2 - (1974, 2000)
- Napoli - 2 - (1987, 1990)
- AS Casale - 1 - (1914)
- Verona - 1 - (1985)
- Samdoria - 1 - (1991)
Sumber: http://sekedar-tahu.blogspot.com/2010/01/arti-bintang-emas-di-atas-logo-klub.html#ixzz0yY3N8800
Peraturan Offside Terbaru Versi FIFA
PERTANDINGAN pembukaan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan antara tuan rumah dengan tim Meksiko selain mendebarkan ternyata juga memberikan ilmu baru. Sebuah gol pemain Meksiko yang bermain di klub Arsenal, Vela, ternyata dianulir wasit. Anehnya, tidak ada protes yang keluar dari pemain Meksiko, protes justru datang dari para penonton.
Menurut peraturan Fifa yang baru, seorang pemain dikatakan offside jika dia berada lebih dekat ke garis gawang dari bola dan pemain lawan kedua terdekat.
Bahasa Inggrisnya: “A player is in an offside position if he is nearer to his opponents’ goal line than both the ball and the second-last opponent.”
Dari gambar di atas, Vela berada lebih dekat dengan garis gawang daripada bola dan pemain lawan kedua terdekat, yaitu penjaga gawang. Jadi dalam hal ini keputusan wasit menganulir gol Meksiko sangat tepat.
Aturan FIFA pada POSISI offside:
Seorang pemain berada dalam posisi offside jika:
- Dia lebih dekat ke garis gawang lawan-lawannya 'dari kedua bola dan lawan kedua terakhir
Seorang pemain tidak dalam posisi offside jika:
- Dia setengah sendiri bidang bermain atau
- Dia sejajar dengan lawan kedua terakhir atau
- Dia sejajar dengan dua lawan terakhir
Pelanggaran
Seorang pemain dalam posisi offside hanya dikenakan sanksi jika, pada saat menyentuh bola atau dimainkan oleh salah satu timnya, dia, menurut pendapat wasit, terlibat dalam permainan aktif oleh:
- Campur dengan bermain atau
- Mengganggu lawan atau
- Mendapatkan keuntungan dengan berada di dalam posisi yang
Jangan tersinggung
Tidak ada pelanggaran offside jika pemain menerima bola langsung dari:
- Tendangan tujuan
- Lemparan-in
- Tendangan sudut
Pelanggaran dan sanksi
Dalam hal suatu pelanggaran offside, wasit penghargaan sebuah tendangan bebas tidak langsung kepada tim lawan yang akan diambil dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
Sejarah Logo Adidas
| Sejarah Adidas Sejarah merk sepatu yang sangat terkenal ini dimulai pada tahun 1920 oleh Adi (Adolf) Dassler di ruang cuci milik Ibunya. Waktu itu Adi Dassler membuat proyek kecil-kecilan dengan membuat sepatu olahraga. Karena tingginya kualitas sepatu yang dihasilkannya, akhirnya bisnis kecil-kecilan tersebut mulai membuahkan hasil. Pada tahun 1924, Adi Dassler dan saudaranya Rudolf Dassler mendirikan "Dassler Brothers OGH" yang nantinya menjadi cikal bakal Adidas sekarang. Komitmen Adi Dassler pada kualitas, membawa Dassler Brothers sebagai produsen sepatu berkualitas tinggi, sehingga sering dipakai oleh atlit-atlit legendaris masa itu untuk Olimpiade. Puncak keterkenalan sepatu Dassler Brothers adalah ketika Jesse Owen menjadi atlit paling sukses pada Olimpiade Berlin pada tahun 1936 dengan mengenakan sepatu buatan Dassler. Pada tahun 1948, Adi dan Rudolf memutuskan untuk berpisah dan masing-masing membuat merk sepatu sendiri. Rudolf membuat merk sepatu 'Puma' sedangkan Adi membuat merk 'Adidas.' Pengambilan nama Adidas berasal dari nama Adi Dassler dengan menggabungkan nama depan Adi dan satu suku kata nama belakang Dassler yakni 'das' sehingga menjadi kata 'Adidas'. Sekadar informasi bahwa nama asli dari Adi Dassler adalah Adolf Dassler, tapi orang Jerman sering memanggil nama Adolf sebagai Adi. Didukung oleh kemajuan bidang penyiaran dan pertelevisian, adidas menikmati keuntungan dari event olahraga seperti Olimpiade atau sepakbola, karena logo 3 stripes mereka mudah dikenali dari jauh. Ia pun mendafarkan logo 3 stripes sebagai trademark dari adidas. 3 stripes yang diciptakan agar kaki stabil, namun akhirnya menjadi logo. |
Evolusi Logo Adidas
Penggunaan logo Adidas sendiri baru dipergunakan pada sekitar tahun 1948, pada saat dua bersaudara Dassler tersebut berpisah. Secara visual, logo Adidas hanya berupa huruf Adidas, dengan nama Adolf Dassler diatasnya serta ilustrasi sepatu ditengahnya. Dengan merk ini, sepatu buatan Adi Dassler mencapai titik kesuksesannya, dengan diakuinya merk sepatu Adidas diajang pesta olahraga dunia seperti Olimpiade Helsinki, Melbourne, Roma dan lainnya. Serta saat itu tim sepakbola Jerman menjadi juara dunia sepakbola dengan menggunakan sepatu Adidas.
Pada tahun 1972, logo Adidas mengalami perubahan yakni dengan menggunakan konsep 'Trefoil Logo', yaitu logo dengan visual tiga daun terangkai. Konsep tiga daun ini memiliki makna simbolisasi dari semangat Olimpiade yang menghubungkan pada 3 benua. Sejak saat itulah Adidas menjadi sepatu resmi yang dipergunakan pada even Olimpiade diseluruh dunia.
Akhirnya setelah bertahun-tahun berjaya dan mengalami liku-liku perkembangan usaha, pada tahun 1996, Adidas mengalami modernisasi dengan menerapkan konsep 'We knew then - we know now' yang kurang lebih menggambarkan kesuksesan masa lalu dan kejayaan hingga kini. Adapun logo baru yang digunakan secara visual berupa tiga balok miring yang membentuk tanjakan yang menggambarkan kekuatan, daya tahan serta masa depan. Sejak saat itu logo Adidas tidak pernah mengalami perubahan, serta masih berjaya hingga saat ini.
*Sumber. kaskus.us
Sejarah Logo Nike
Dalam mitologi Yunani, Nike (yang berarti kemenangan) adalah dewi yang dihubungkan dengan kemenangan dan keberhasilan. Bangsa Romawi menyamakan Dewi Nike dengan Dewi Victoria. Menurut berbagai dongeng, Dewi Nike disebutkan sebagai putri dari Pallas (Titan) dan Styx (Dewi Air), saudari dari Cratos, Bia dan Zelus. Dewi Nike dan dan saudara saudari kandungnya menyertai Zeus pada saat perang melawan Titan.
Logo NIKE ini bernama Swoosh. Nike “Swoosh” adalah sebuah desain yang diciptakan pada tahun 1971 oleh Carolyn Davidson, seorang mahasiswi desain grafis di Portland State University. Dan digunakan sebagai motif pada sepatu olahraga sejak tahun 1970-an. Sedangkan tanda centang pada desain logo perusahaan terdaftar sebagai merek dagang pada tahun 1995.
Categories
- Dalam Negri (6)
- Sejarah (10)
- Sepanjang Masa (4)
- Tahukah Anda (19)
- Unik (16)